Selasa, 04 Desember 2012

Menghitung Perbandingan waktu di dunia dan akhirat

Satu setengah jam saja
Dalam salah satu ayat Al Qur’an (QS 32: 5) diceritakan bahwa perbandingan waktu di akhirat dibandingkan dengan waktu di dunia adalah 1 : (1.000 x 365). Sebelum anda sibuk mencari kalkulator, biar saya kasih tau aja hasilnya = 1 : 365.000. Lho…?
Dari mana datangnya angka-angka tersebut? Berikut uraiannya. Dalam ayat tersebut disampaikan bahwa:
…dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”
Mari kita bermatematika dan membuat ekspektasi hidup
  • Anda mau hidup berapa lama…? Hmm… hidup lama atau hidup sebentar sebenarnya sudah ditentukan bukan? Tapi kita boleh dong menganalisa dan membuat harapan tentang usia kita sendiri. Biar tidak bingung, kita ambil nilai rata-rata saja bahwa manusia di zaman ini hidup sampai umur 60-an tahun. Atau kita ambil contoh dari Rasulullah Saw yang hidup sampai usia 63 tahun. So, 63 tahun…
63 (enam puluh tiga) tahun
Di dalam jangka waktu 63 tahun itu lah kita akan terlarut dengan hiruk-pikuknya dunia. Hidup, bekerja, beribadah, istirahat, dan semuanya ada di dalamnya. Di dalam 63 tahun itu jugalah kita mungkin akan terbaring sakit. Dan di dalam 63 tahun itu jugalah kita beristirahat dan tidur. Kalau istirahat per hari mencapai 8 jam (sepertiga dari waktu sehari, 24 jam), berarti sekitar 20 tahunnya kita tidur dan istirahat.
Tidak semua orang yang memanfaatkan 63 tahun itu dengan baik. Sebagiannya memilih untuk menjadi perampok, sebagiannya menjadi koruptor, dan sebagiannya memilih untuk menikmatinya dengan mengabaikan bahwa mereka hidup di dunia untuk beribadah.
Ngapain kita di akhirat…?
queue Mari kita kembali lagi ke cerita di hari akhirat. Kelak nanti ketika manusia dibangkitkan (awal hari akhrat) kita akan dibariskan di padang mahsyar untuk menunggu perhitungan amal baik dan perbuatan buruk masing-masing kita. Kita akan antri dengan panjang antrian sepanjang jumlah manusia yang pernah hidup di dunia. Hmm… berapa milyar ya… *mikir
Saya pernah ngantri tiket kereta Jakarta – Semarang selama 2 jam (waktu liburan Idul Adha) dengan jumlah pengantri yang tidak lebih dari 100 orang, dan capeknya lumayan…
Di akhirat, kita bukan mengantri untuk tiket, melainkan untuk menghitung semua amalan baik dan perbuatan buruk tanpa terkecuali termasuk yang sangat kecil sekalipun yang pernah kita perbuat selama hidup di dunia. Kira-kira untuk satu orang makan waktu berapa lama ya…? Kalau untuk semua orang berapa tahun yaa…? Yang pasti jauh lebih lama daripada usia hidup masing-masing kita di dunia.
#########SO, HIDUP KITA HANYA SATU SETENGAH JAM SAJA#########
Enam puluh tiga tahun hidup kita di dunia jika kita konversikan ke waktu akhirat hanya bernilai:
= 63 tahun dunia x 1 hari akhirat/ 1.000 tahun dunia
= 0,063 hari akhirat
= 0,063 hari x 24 jam/hari

± 1,5 jam

Na’uudzubillah, ternyata dunia yang sering kita agung-agungkan ini hanya bernilai 1,5 jam di akhirat. Dunia yang kita sering terlena dengannya ternyata hanya satu setengah jam saja lamanya. Dunia yang kita berusaha mati-matian untuknya ternyata hanya sekejap saja. Dunia yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan akhirat yang kekal selamanya. Bayangkan, satu setengah jam dibandingkan dengan keabadian. Satu setengah jam yang nyaris bisa diabaikan.
Wahai saudaraku… bersabarlah untuk 1,5 jam dunia yang kau punya. Persembahkan yang terbaik dan sekuat tenaga hanya untuk waktu yang sekejap ini saja. Akhirat yang kekal telah menunggu di sana…

0 komentar:

Poskan Komentar